05 9 / 2014

Huahahahahaha

Repath Nath – View on Path.

Huahahahahaha

Repath Nath – View on Path.

26 8 / 2014

Tadi siang denger cerita yg mengagetkan.

Seorang Indonesia yg sudah 15th di Jepang dan menjadi manajer restoran, dikirim balik ke Indonesia utk me-manage cabang yg di Jakarta.

Cuma tahan enam bulan, dia minta balik ke Jepang. Alasannya gak tahan.

Katanya, di Jepang restonya punya 100 meja dan bisa di handle sama 10 waiter.

Di Jakarta, restonya cuma 30 meja, tp bahkan sampai dia punya 10 waiter aja tetap gak bisa handle. Dia stress karena jadi mecat2in org terus, tp gak ada perbaikan. Gak perform-nya keterlaluan, menurut dia.

Reaksi saya: kaget. Serendah itukah produktivitas kita?

Lalu saya ceritakan lagi cerita ini ke seorang teman. Dan reaksi dia: kasihan, karena artinya org Jepang itu kayak robot.

Talking ‘bout perspectives, eh? Hahahaha – Read on Path.

20 8 / 2014

Gak ngerti mengapa menurut mereka ini selling point yg harus diiklankan…

Meh. at Grand Indonesia Shopping Town – View on Path.

Gak ngerti mengapa menurut mereka ini selling point yg harus diiklankan…

Meh. at Grand Indonesia Shopping Town – View on Path.

17 8 / 2014

Ada diskusi buku bokap hari Rabu.

Kalau ada yg tertarik, silahkan. :) with Ismet – View on Path.

Ada diskusi buku bokap hari Rabu.

Kalau ada yg tertarik, silahkan. :) with Ismet – View on Path.

16 8 / 2014

Gak pernah bisa berhenti heran kenapa lagu The Living Years itu liriknya kok bisa persis kisah hidup gue ya. Hahahaha. Tiap denger lagi, merinding lagi, mbrebes lagi.

But it is actually nice to know I am not the only one who went through that. Ternyata ada yg pengalamannya bukan hanya serupa, tapi persis sama. – Read on Path.

10 8 / 2014

Pagi ini terkenang Bing Slamet gara-gara nemu tulisan ini:

http://dennysakrie63.wordpress.com/2011/01/04/bing-slamet-1927-1974/

Kagum sekali saya sama Bing Slamet.

Puter Eka Sapta dulu ah. Udah lama gak dengerin album ini. Enak banget ini musiknya… – View on Path.

Pagi ini terkenang Bing Slamet gara-gara nemu tulisan ini:

http://dennysakrie63.wordpress.com/2011/01/04/bing-slamet-1927-1974/

Kagum sekali saya sama Bing Slamet.

Puter Eka Sapta dulu ah. Udah lama gak dengerin album ini. Enak banget ini musiknya… – View on Path.

03 8 / 2014

Edwina!
Dinosaurus yang tidak sadar kalaubsudah punah.

Pengen tag orangnya, tp gak ada di path. Jadi tag istrinya aja deh… with Adinda – View on Path.

Edwina!
Dinosaurus yang tidak sadar kalaubsudah punah.

Pengen tag orangnya, tp gak ada di path. Jadi tag istrinya aja deh… with Adinda – View on Path.

03 8 / 2014

Ini toko buku anak-anaknyaaaaaa. Aaaa lucu bangeeet. Dan persis spt yg saya inginkan utk masa pensiun nanti. Huaaaaaaa with Ismet – View on Path.

Ini toko buku anak-anaknyaaaaaa. Aaaa lucu bangeeet. Dan persis spt yg saya inginkan utk masa pensiun nanti. Huaaaaaaa with Ismet – View on Path.

03 8 / 2014

I love this road.

Di jalan kecil ini, ada sebuah toko buku anak-anak, sebuah bakery dgn stiker award best dessert 2014, dan sebuah toko buku yg banyak menjual karya penulis Singapura.

Di tempat terakhir ini saya menggila. Setelah lama baca-baca dan menimbang-nimbang, antara penasaran sama bingung karena gak pernah denger nama2 semua penulis ini sama sekali, akhirnya ditetapkan empat buku. 

Dua buku pertama, kumpulan cerita pendek ttg pulang kampung. Bagaimana masa kecil, lingkungan dan tempat kita tumbuh membentuk siapa kita.

Buku ketiga, kumpulan cerita rakyat yang diadaptasi ke masa kini oleh penulis-penulis muda.

Yang terakhir, yang berjudul “Love or Something Like Love” dibeli karena deskripsi di back covernya tidak memberi penjelasan, dan hanya memberi deskripsi. I like.

Tambah suka ketika tahu bahwa ini signed copy, yang artinya ada tanda tangan penulisnya. Dan…penulisnya cukup gila untuk memberikan satu kalimat yang berbeda-beda di tiap buku. Beneran. Tadi satu tumpuk udah saya buka semua, dan beda semua.

Udah lama gak merasa se-ecstatic ini (karena kata “senang” tidak cukup kuat) setelah borong buku. – View on Path.

I love this road.

Di jalan kecil ini, ada sebuah toko buku anak-anak, sebuah bakery dgn stiker award best dessert 2014, dan sebuah toko buku yg banyak menjual karya penulis Singapura.

Di tempat terakhir ini saya menggila. Setelah lama baca-baca dan menimbang-nimbang, antara penasaran sama bingung karena gak pernah denger nama2 semua penulis ini sama sekali, akhirnya ditetapkan empat buku.

Dua buku pertama, kumpulan cerita pendek ttg pulang kampung. Bagaimana masa kecil, lingkungan dan tempat kita tumbuh membentuk siapa kita.

Buku ketiga, kumpulan cerita rakyat yang diadaptasi ke masa kini oleh penulis-penulis muda.

Yang terakhir, yang berjudul “Love or Something Like Love” dibeli karena deskripsi di back covernya tidak memberi penjelasan, dan hanya memberi deskripsi. I like.

Tambah suka ketika tahu bahwa ini signed copy, yang artinya ada tanda tangan penulisnya. Dan…penulisnya cukup gila untuk memberikan satu kalimat yang berbeda-beda di tiap buku. Beneran. Tadi satu tumpuk udah saya buka semua, dan beda semua.

Udah lama gak merasa se-ecstatic ini (karena kata “senang” tidak cukup kuat) setelah borong buku. – View on Path.

23 7 / 2014

Hari ini mendengar dua kabar sedih.

Seorang teman, dua hari yang lalu, mobilnya ditabrak motor di lampu merah. Dia keluar dari mobil, tapi ternyata motor itu bersama temannya, dua motor lagi. Mereka turun bersama-sama, dan teman saya dikeroyok. Kepalanya dipukul berkali-kali dgn helm sampai robek. Akhirnya dia menerima lima jahitan.

Lalu pagi ini seorang teman yg lain ditabrak motor sampai kehilangan kesadaran.

Duh :( – Read on Path.